Terbakar.
Amarah membakar hati ini seperti api yang menghabiskan kayu.
Layaknya anak kecil yang dibuat kecewa oleh janji yang tak terpenuhi.
Bedanya, aku tidak kecewa karena orang lain, tapi karena harapanku sendiri.
Anganku yang ternyata hanya imajinasi.
Aku buta dan tuli selama ini.
Membiarkan nafsu mengontrol tubuh ini dan merasa bahagia.
Kesombongan membuatku tidak menyadari kekurangan.
Sekarang, aku merasa seperti dijatuhkan.
Dari ketinggian yang tak bisa kujangkau.
Dari keangkuhan yang kubangun sendiri di pikiran.
Menerima konsekuensi. saat ini, hari ini, dan detik ini. betapa menyakitkan.
Ternyata aku bukanlah malaikat tetapi iblis yang menyamar.
Merasa di atas awan.
Lebih baik jadi butiran debu dan menghilang....
Komentar
Posting Komentar