Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Kejamnya Waktu

Waktu terus berputar kita harus tetap berjalan berhenti sebentar, terlindas! tertawan! Waktu... dengan segala keteguhan yang ia miliki tak pernah berhenti tak pernah lelah, tak pernah meminta untuk beristirahat meski seluruh dunia memintanya untuk rehat sejenak Tapi, pengabdiannya bukan untuk dunia Dia tak mendengarkan manusia perintah dari-Nya lah yang membuat dia tak pernah letih, dia hanya mendengarkan Yang Kuasa, hingga nyawa tak lagi ada... Waktu... kadang aku merasa kau begitu kejam, tak pernah mendengarkan keluhan kami.. Kamu berjalan dengan cepat, berlalu di depan kami tanpa sempat menyapa... Aku berjalan diiringi alunan detakmu yang membuatku berdebar.. Kadang aku harus berlari.. Lelah, hati tertindih, dan jiwa merasa sesak.. Sulit, tapi aku tetap bertahan Jalanku ini belum sempurna Biar masa depan yang sempurnakan... 16 September 2018
Terbakar. Amarah membakar hati ini seperti api yang menghabiskan kayu. Layaknya anak kecil yang dibuat kecewa oleh janji yang tak terpenuhi. Bedanya, aku tidak kecewa karena orang lain, tapi karena harapanku sendiri. Anganku yang ternyata hanya imajinasi. Aku buta dan tuli selama ini. Membiarkan nafsu mengontrol tubuh ini dan merasa bahagia. Kesombongan membuatku tidak menyadari kekurangan. Sekarang, aku merasa seperti dijatuhkan. Dari ketinggian yang tak bisa kujangkau. Dari keangkuhan yang kubangun sendiri di pikiran. Menerima konsekuensi. saat ini, hari ini, dan detik ini. betapa menyakitkan. Ternyata aku bukanlah malaikat tetapi iblis yang menyamar. Merasa di atas awan. Lebih baik jadi butiran debu dan menghilang....