SURAT UNTUK TUHAN DARI SEORANG PENGAJAR

Pelajaran yang harus diingat untuk pengajar

Wahai diri yang masih saja ragu dalam berlaku, wahai hati yang merintih sakit, wahai jiwa yang lagi-lagi lupa...
Diriku ini dipenuhi dengan lumpur yang semakin ku berusaha membersihkannya, semakin pekat warnanya. Diriku ini yang masih saja merasa bodoh dengan segala tutur kata dan tindakan yang keliru.
Namun Duhai Tuhan, Engkau begitu baik, Kasih-Mu sungguh tak terukur luasnya... Aku yang hina ini, masih Engkau berikan kepercayaan yang begitu besar untuk menjalani kehidupan yang indah. Dengan anak-anak yang membutuhkan uluran serta bimbingan dariku. Maka itu wahai Tuhanku, kepercayaan yang besar ini tak kan bisa dipikul oleh hamba-Mu yang lemah ini jika tanpa bantuan dari-Mu. Karena itu Tuhan, Engkau Tuhan yang segala kuasa berada di genggaman-Mu, Engkau Tuhan yang seluruh hati ada dalam kuasa-Mu, bantulah hamba-Mu ini untuk memikul amanah yang Engkau barikan.
Tuhan, aku sungguh bisa hancur tanpa-Mu... karena itu, tolonglah, tolong... bantulah hamba-Mu ini untuk selalu mengingat-Mu dengan hati yang bersih, jiwa yang damai, dan pikiran yang indah tentang-Mu, tentang takdir yang Engkau siapkan, dan jalan yang Engkau hamparkan di depanku..
Hanya dengan uluran tangan dari-Mu, aku bisa berlaku dan melangkah dengan benar di bumi-Mu. Hanya dengan kasih sayang-Mu, aku memancarkan kasih saat berada bersama anak-anak. Hanya dengan cahaya-Mu, aku bisa menunjukkan jalan, membuka pikiran merka menuju kebijaksanaan, membimbing mereka untuk mengenal-Mu lebih dekat...
Sungguh Tuhan, diri ini begitu pelupa, mudah goyah, dan erombang-ambing hatinya. Karena itu, teruslah disampingku, Tuhan.. jangan pernah pergi, tetaplah genggam erat hatiku, genggam erat diriku... Lemah... begitu lemah diri ini di hadapan-Mu, hanya dengan kekuatan dari-Mu, hamba masih bisa berdiri dengan tegak di hadapan manusia lain...
Sungguh Tuhan, pikiran ini begitu acak dan diluar kendali. Engkau, Tuhan yang Maha mengetahui segala yang baik dan buruk untuk hamba-Mu, hamba serahkan diri ini sepenuhnya untuk berjal;an di jalan-Mu. Karena hamba sungguh tak tahu mana jalan yang tepat dan baik untuk diri ini, pikiran ini seringkali berubah dan menipu... Tuhan, jika bukan Engkau yang menerima diri yang dipenuhi lumpur dosa ini, maka siapa lagi? Tuhan, jika bukan kasih-Mu yang melingkupi hamba, tak kan ada yang mau mendekatiku karena segala dosa ini.. Jadi Tuhan, Terima kasih untuk segala yang rahmat-Mu, terima kasih untuk pagi yang begitu hangat ini, untuk kehidupan yang indah, untuk takdir yang tak pernah salah...
Anak-anak itu, adalah amanah dari-Mu, jadi tolong jaga mereka dari kesalahan-kesalahanku. Bantu hamba untuk bisa mengisi hati mereka dengan kasih sayang-Mu... Aamiin.

HAL PENTING BAGI PENGAJAR DO'A.

Komentar